Pages

Rabu, 02 Mei 2012

Optimisme

0 komentar
Share

Copy paste from Seni Menikmati Hidup, page 69-72

Optimisme adalah cara pandang positif, cerah, dan penuh keyakinan terhadap masa depan segala sesuatu. Ketika optimisme tidak tampak jelas dari kedalaman diri seseorang, maka sesungguhnya pesimisme akan menggantikan posisinya dengan segala karakternya seperti cara pandang yang sempit, serta menatap suram masa depan seseorang. 

Optimisme adalah daya dorong positif yang memicu untuk terus mencari berbagai alternatif dan pilihan yang tersedia di hadapan seseorang. Dengan kejiwaan yang terbuka yang membantu dirinya untuk berpikir secara hati-hati dan teliti.

Orang yang optimis adalah orang yang meyakini bahwa tidak ada kondisi yang suram dan gelap secara mutlak,

Jumat, 06 Januari 2012

Sedikit Tentang Dakwah

2 komentar
Share

Dakwah. Kata yang pastinya (atau seharusnya) akrab di telinga saya. Membicarakan tentang dakwah sama juga membicarakan tentang sedikit waktu yang saya luangkan tiap pekannya. Hanya dua sampai tiga jam setiap pekan. Hanya sedikit bila dibandingkan dengan 24 jam yang Allah berikan pada hamba-Nya setiap harinya. Dan tak terasa, sudah hampir enam tahun aktivitas dakwah itu saya jalani baik sebagai mad’u maupun dai.


Minggu, 30 Oktober 2011

Kita : Antara Kemarin dan Hari Ini

0 komentar
Share

Semangat pagi, Sahabat.

Semoga setiap saat bagaikan pagi yang segar yang menyemangati diri kita untuk memulai hari lebih baik lagi. Karena hanya orang-orang yang beruntung yang mendapati hari ini lebih baik dari hari kemarin. 

Maka bersama dengan aliran nafas, rasakanlah kesejukan pagi  itu merasuk ke dalam paru-parumu. Mengalir dengan lembut dan memenuhi ruang hatimu. Begitu ringan dan menyenangkan. Lalu berturut-turut diikuti dengan rasa syukur dan keberlimpahan. Syukur yang teramat dalam karena Allah masih memberimu hidup di hari ini.

Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan ?

Sabtu, 29 Oktober 2011

Terlambat

0 komentar
Share  

Masih bisa kudengarkan tawa yang lepas dari bibirku kala itu. Sebuah tawa khusus untuk diriku sendiri. Ah.., sangat menyenangkan rupanya bisa menertawakan diri sendiri. 

Begini ceritanya.. 

Ketika itu tak sengaja kutemukan sebuah buku kecil di satu toko buku pinggir kota. CLINK YOUR LIFE, itu judulnya, sebuah kumpulan fabel persembahan Bapak Tauhid Nur Azar yang diterbitkan oleh MQ Gress. Meski amat menarik hatiku, tapi nyatanya aku belum rela menghabiskan lebih dari dua puluh tiga ribu rupiah hanya untuk sebuah fabel setebal 160-an halaman. Ah.. sudahlah, pikirku kala itu. Aku yakin andai saja Allah menakdirkan buku itu kubaca pasti juga nanti kubaca. DAN BENARLAH, jika Allah berkehendak jadi maka jadilah. Rupanya secara tak sengaja aku bertemu kembali dengan buku itu di sebuah bookfair, selang beberapa pekan setelah kejadian di toko itu. Wow.. keren.. akhirnya kudapatkan buku itu hanya dengan mengeluarkan sepuluh ribu rupiah saja dari dompetku. Asyik.. sip.. sip..

Maka malam itu aku mulai menekuri lembar demi lembar. Jujur, aku bukan tipe pembaca yang baik. Aku lebih suka memulai membaca dari tengah, atau dari halaman manapun yang menurutku menarik. Begitulah.. sebagaimana tak ada satu helaipun daun yang jatuh tanpa sepengetahuan-Nya, maka malam itu pun aku tak akan membuka ‘halaman yang tepat’ jika bukan karena kehendak-Nya.

Jumat, 21 Oktober 2011

Ancaman Allah bagi (Calon) Penghafal Qur'an

4 komentar
Share

Ah... cukup lama rupanya aku tak memposting tulisan disini. 
Kawan semua.. maka dengan bergulirnya waktu dan setiap kesempatan semoga hanyalah kebaikan dan keberlimpahan yang memenuhi kita.
   
Ramadhan kemarin, makalah mengenai menghafal qur'an telah saya suguhkan di blog ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Membangunkan dan menguatkan niat kita untuk lebih dekat berinteraksi dengan al qur'an nan mulia.

Bukankah Allah menciptakan alam semesta ini beserta dengan isinya dalam sebuah keseimbangan? Bahkan Allah menantang kita, adakah kita bisa melihat satu saja cacat dari ciptaan-Nya? Tentu saja, sampai letih mata kita, tak akan bisa kita menemukan cacat itu.

Saya pun demikian, menginginkan adanya keseimbangan. Jikalau makalah-makalah dari para ustadz kemarin lebih menekankan kepada keutamaan, kemuliaan, dan pahala bagi para penghafal qur'an. Maka izinkanlah kali ini saya suguhkan ancaman Allah pada kita jikalau kita meremehkan hafalan qur'an kita. Tentu saja bukan dengan maksud untuk menyurutkan semangat tetapi hanyalah sebagai pengingat agar kita lebih bersungguh-sungguh lagi.